Skip to content

ISTIDRAJ

Juni 19, 2011

Apabila kita menemukan ada
orang yang selalu melakukan
perbuatan dosa atau maksiat,
tapi hidupnya tetap baik-baik
saja, rezeki tetap lancar,
urusan tetap mudah. Segala
aib dan maksiat yang
dilakukan tetap tersembunyi,
hingga ia masih terus meraih
kesuksesan, masih tetap
mendapakan kepercayaan
dari orang-orang dan atau
tetap mendapatkan
ketenaran. Sebenarnya orang
yang seperti ini, adalah orang
yang benar-benar berada
dalam kesulitan yang besar
dan dalam keadaan yang
sangat merugi, karena semua
maksiat dan dosa yang
dilakukannya, telah membuat
hatinya mengeras dan
membuat ia menjadi hamba
yang lupa bertobat, lupa
memohon ampunan kepada
Allah dan menganggap remeh
dosa-dosanya. Padahal
seharusnya orang ini segera
bertobat, tobat yang sebenar-
benarnya tobat. Karena bisa
jadi, semua kemudahan,
rezeki yang tetap Allah
karuniakan kepadanya, adalah
merupakan istidraj, yakni
hukuman yang ditangguhkan
dan orang tersebut dilupakan
untuk bertobat.
1. Karena istidraj adalah :
mengulur, memberi
terus menerus supaya
bertambah lupa, tiap
berbuat dosa ditambah
dengan nikmat dan
dilupakan untuk minta
ampunan, kemudian
dibinasakan.
Seperti dalam firman-Nya di
surah Al An’aam, ayat 44 :
“Maka tatkala mereka
melupakan peringatan yang
telah diberikan kepada
mereka, Kami pun
membukakan semua pintu-
pintu kesenangan untuk
mereka; sehingga apabila
mereka bergembira dengan
apa yang telah diberikan
kepada mereka, Kami siksa
mereka dengan sekonyong-
konyong, maka ketika itu,
mereka terdiam, berputus
asa.”
Rasullulah saw.
bersabda :”Apabila kamu
melihat bahwa Allah SWT
memberikan nikmat kepada
hamba-Nya yang selalu
berbuat maksiat,
ketahuilah bahwa orang itu
telah diistidrajkan oleh Allah
SWT.” (Diriwayatkan oleh At
Tabrani, Ahmat dan Al
Baihaqi)
Namun sebagai manusia biasa,
kita hanya bisa sebatas
mengajaknya kembali ke jalan
Allah serta mendoakan orang
tersebut, agar Allah SWT
membukakan hatinya,
memberikan hidayah padanya
untuk bertobat kepada Allah
SWT. Karena.hanya Allah lah
yang dapat membukakan hati
dan pikirannya untuk
bertobat, karena hanya Allah
lah yang bisa
menyadarkannya dari
kesalahan dan dosa serta
maksiat yang selalu
dilakukannya. Dan karena
hanya Allah SWT lah yang bisa
mengampuni segal.admjgptw+ a dosa-
dosa.
DEWI YANA
Jalan_dakwah@
yahoogroups.com

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: